BMI, Peringatan Dini Untuk Yang Bermasalah Dengan Kegemukan

Bagi anda yang konsen dengan masalah kegemukan, kelebihan berat badan atau apapun namanya, BMI merupakan terminologi yang akrab dan bukan sesuatu yang asing atau aneh lagi, sudah biasa. Atau Anda yang sedang bermasalah dengan berat badan dan sedang menjalani diet, saya yakin anda sudah sangat mengenal apa itu BMI. Tapi bagi anda yang yang tidak bermasalah dan tidak menaruh perhatian pada upaya-upaya menurunkan berat badan, mungkin terminology BMI merupakan istilah yang belum begitu anda fahami. Kalau demikian, baiklah saya akan mencoba menjelaskan apa BMI itu. Mudah-mudahan tulisan ini membantu anda memahaminya.

BMI singkatan dari Body Mass Index, yaitu angka yang didapat dengan cara membagi berat badan (kg) dengan kuadrat dari tinggi badan (meter). Misalnya, jika berat badan saya 77 kg dan tinggi saya adalah 176 cm, maka BMI saya adalah 77/(1,76)² = 24.86 kg/m². Artinya, mengacu pada tabel BMI maka saya masih masuk dalam kategori normal.

BMI bisa menjadi prediktor jumlah lemak di dalam tubuh dan telah diakui sebagai metoda yang paling praktis dalam menentukan tingkat overweight dan obesitas pada orang dewasa di bawah umur 70 tahun. Lalu, bagaimana kita bisa tahu bahwa berat badan kita normal atau tidak berdasarkan BMI ini? Baiklah, untuk menentukan normal atau tidak, WHO telah merilis klasifikasi BMI yang bisa anda lihat pada tabel di bawah ini.

Kategori BMI (kg/m2) Resiko Comorbiditas
Underweight < 18.50 Rendah (tetapi resiko terhadap masalah-masalah klinis lain meningkat)
Severe thinness < 16.00
Moderate thinness 16 – 16,99
Mild thinness 17.00 – 17.99
Batas Normal 18.5 – 24.99 Rata-rata
Overweight: ≥ 25.00
Pre-obese 25.0 – 29.9 Meningkat
Obese I 30.0 – 34.9 Sedang
Obese II 35.0 – 39.9 Berbahaya
Obese III ≥ 40.0 Sangat Berbahaya

Nilai BMI bermanfaat bagi kita untuk mengetahui apakah kita termasuk yang orang yang kurus, sedang, kelebihan berat badan atau obesitas. Dengan demikian angka BMI bisa menjadi peringatan dini terhadap beberapa jenis penyakit yang disebabkan oleh kegemukan, seperti penyakit jantung, kencing manis atau stroke. Dari tabel di atas yang beresiko adalah yang memliki nilai BMI ≥ 30 karena orang dengan angka BMI ≥ 30 sudah masuk dalam kategori obesitas dan rawan tehadap penyakit-penyakit yang tadi.

Walaupun memberikan banyak manfaat, BMI masih menunjukkan beberapa kelemahan, yaitu:

  1. Nilai BMI dipengaruhi oleh usia, tidak berlaku untuk pada anak-anak dan orang tua di atas 70 tahun
  2. Tidak berlaku pada ibu hamil. Nilai BMI ibu hamil mungkin lebih dari 30, hal tersebut terjadi karena bobot ibu hamil bertambah karena adanya janin di dalam kandungan. Sehingga hal ini wajar dan tidak berarti menunjukkan indikasi masalah.
  3. Tidak berlaku untuk orang yang sangat berotot seperti atlet. Orang yang sangat berotot memiliki proporsi otot lebih banyak dibanding orang biasa. Ketika nilai BMI-nya di atas 30 belum tentu ia bermasalah dengan kegemukan.
  4. Walaupun angkanya sama tapi artinya berbeda untuk populasi yang berbeda, hal ini disebabkan karena perbedaan proporsi tubuh. Misalnya, orang Amerika memiliki nilai BMI yang sama dengan orang asia. Namun nilai tsb menunjukkan arti yang berbeda, karena orang Asia memiliki proporsi massa lemak yang lebih banyak dari pada massa otot dibandingkan dengan orang Amerika.

Dengan Water birth, melahirkan tidak lagi menakutkan!

Melahirkan di dalam air atau lebih populer dikenal dengan istilah Water birth adalah salah satu metode melahirkan yang dilakukan di dalam air. Berbeda dengan metode konvensional yang proses persalinannya dilakukan di atas tempat tidur, metode melahirkan di dalam air (Waterbirth)—sesuai dengan namanya—proses persalinannya, mulai dari bukaan keenam sampai bayi keluar, terjadi di dalam air. Tempat melahirkannya berbentuk kolam bulat yang didesain khusus agar ibu yang akan melahirkan bisa merasa nyaman dan rileks di dalamnya. Di dalam kolam tersebut terisi air yang hangat dan steril.
Continue reading