Dengan Water birth, melahirkan tidak lagi menakutkan!

Melahirkan di dalam air atau lebih populer dikenal dengan istilah Water birth adalah salah satu metode melahirkan yang dilakukan di dalam air. Berbeda dengan metode konvensional yang proses persalinannya dilakukan di atas tempat tidur, metode melahirkan di dalam air (Waterbirth)—sesuai dengan namanya—proses persalinannya, mulai dari bukaan keenam sampai bayi keluar, terjadi di dalam air. Tempat melahirkannya berbentuk kolam bulat yang didesain khusus agar ibu yang akan melahirkan bisa merasa nyaman dan rileks di dalamnya. Di dalam kolam tersebut terisi air yang hangat dan steril.

Sejarah
Metode waterbirth pertama kali diperkenalkan oleh Igor Charkopsky, seorang peneliti Soviet pada tahun 1960-an. Awalnya, Igor Charkopsky mencoba mencari berbagai metode yang bisa membuat proses melahirkan bayi tidak lagi menjadi sesuatu yang menakutkan dan menyakitkan bagi ibu. Dengan kata lain, Igor Charkopsky ingin menemukan metode agar ibu bisa melewati proses persalinan dengan nyaman, rileks dan aman. Dari sekian banyak kemungkinan, akhirnya ia menemukan ide metode melahirkan di dalam air. Ide ini muncul berdasarkan fakta bahwa pada dasarnya, bayi di dalam kandungan pun “tenggelam” di dalam air, bedanya kalau di dalam kandungan bayi berada di dalam cairan ketuban sedangkan dengan metode water birth saat keluar dari perut bayi berada di air biasa dengan suhu yang sama dengan suhu ketuban. Sehingga ia kemudian melakukan penelitian yang intensif pada cara melahirkan di dalam air ini.
Sejak saat itu, isyu waterbirth menyebar ke berbagai wilayah bahkan menyebar ke negara-negara lain dan menjadi topik yang menarik dan merangsang para peneliti lain, termasuk para ginekolog, untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Di Perancis, Frederick Leboyer seorang dokter kandungan mengembangkan penelitian yang sudah dirintis Igor tsb. Frederick Leboyer menggunakan media air hangat yang ditampung dalam sebuah wadah. Ibu yang akan melahirkan kemudian masuk ke air hangat dalam wadah tersebut dan menjalani proses persalinan di dalamnya. Dari hasil penelitiannya, Frederick Leboyer menyimpulkan bahwa water birth bermanfaat untuk membantu memudahkan transisi bayi dari rahim ke luar rahim. Selain itu, ia juga menyimpulkan bahwa metode water birth bisa mengurangi kemungkinan dampak dari trauma persalinan.
Ginekolog Perancis yang lain, Michel Odent melanjutkan penelitian Leboyer. Ia menggunakan cara yang sama dengan Leboyer yaitu memakai air hangat dan wadah tempat ibu berendam di dalamnya. Berdasarkan Hasil penelitiannya ia menyimpulkan bahwa water birth dengan air hangat ternyata bisa mengurangi rasa sakit yang dialami ibu saat persalinan.
Walaupun metode ini sudah ada sejak tahun 1960-an tetapi water birth masih dianggap baru di Indonesia. Metode ini baru baru dikenal di negara kita tahun 2006, tepatnya pada bulan Oktober, yaitu ketika Liz Adianti, seorang karyawati sebuah perusahaan operator seluler melakukan proses persalinannya dengan metode ini. Dengan demikian Liz Adianti tercatat sebagai orang yang pertama kali melahirkan dengan metode ini di indonesia.
Manfaat
mengapa harus melahirkan di dalam air? Apa manfaatnya? Apakah tidak berbahaya bagi bayi dan ibu yang melahirkannya? Bagaimana kalau air yang jadi media tsb terhirup hidung bayi dan masuk ke paru-parunya?
Jika dilalui secara konvensional, lumrah, apa adanya, tanpa menggunakan metode tertentu, proses persalinan merupakan peristiwa yang menyakitkan. Saking sakitnya melahirkan, bahkan ada ibu-ibu yang berseloroh, kalau bisa, bayi keluar begitu saja secara tiba-tiba dari perut ibu tanpa harus melalui proses persalinan. Tapi itu jelas tidak mungkin bukan? karena hal tsb hanya terjadi di cerita atau dongeng saja. Namun demikian,keinginan para ibu untuk melahirkan bayi tanpa rasa sakit yang berarti menjadi perhatian serius beberapa ahli. Keadaan tersebut mendorong para peneliti untuk menemukan cara melahirkan yang tidak menyakitkan, alamiah dan tentunya aman bagi ibu dan bayi yang dilahirkan, tanpa menggunakan obat-obatan. Metode water birth adalah jawabannya.
Metode water birth terbukti memberikan beberapa kelebihan dibandingkan dengan persalinan biasa. Manfaat metode water birth ini adalah mengurangi rasa sakit, mengurangi stres, membuat ibu merasa lebih rileks dan nyaman. Hal tersebut terjadi karena air hangat akan memberikan rasa nyaman sehingga akan membuat ibu merasa rileks dan akhirnya akan menurunkan tingkat stress secara signifikan. Selain itu air hangat bisa merangsang tubuh untuk mengeluarkan endorphin, yaitu hormon yang dikeluarkan tubuh yang fungsinya hampir sama dengan morfin, mengurangi rasa sakit.
Selain itu, manfaat lain metode water birth adalah karena daya apung tubuh di dalam air membuat tubuh ibu menjadi lebih ringan sehingga ibu bisa bergerak lebih leluasa dan bisa mengambil posisi apapun yang dirasa lebih nyaman bagi ibu, bisa terlentang, menyamping, nungging atau jongkok. Air hangat juga bisa membuat otot-otot vagina menjadi lebih elastis sehingga akan mempermudah peregangan ketika bayi akan melewati vagina. Karena peregangan otot-otot vagina yang optimal sehingga seringkali persalinan dengan metode ini tidak perlu dilakukan perobekan perineum (bibir vagina), suatu hal yang lumrah pada persalinan konvensional. Persalinan dengan metode water birth juga bisa membuat bayi lebih bersih karena perdarahan dengan metode ini tidak terlalu banyak.
Proses persalinan
Pada dasarnya sama dengan proses persalinan konvensional, bedanya pada persalinan dengan metode ini, bayi yang keluar dari vagina masuk dan tenggelam di air. Setelah itu kemudian diangkat dan dibersihkan. Proses selanjutnya sama dengan persalinan biasa, dibersihkan saluran pernafasan dan mulutnya kemudian dipotong tali ari-arinya.
Syarat dan kondisi
Walaupun metode water birth menawarkan beberapa kelebihan namun ternyata tidak semua ibu bisa melalui persalinannya dengan metode ini. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh ibu sebelum melakukan persalinan dengan metode ini. Syarat-syarat tersebut adalah:
1. Ibu tidak menderita penyakit tertentu, misalnya herpes. Virus penyebab herpes bisa menular ke bayi melalui air yang dipakai media untuk melahirkan.
2. ibu tidak mengalami infeksi dan memiliki resiko perdarahan hebat saat persalinan. Ibu dengan kondisi seperti ini lebih tepat dan lebih mudah ditangani melalui persalinan biasa.
3. ibu tidak sedang menjalani perawatan medis. Ibu dengan kondisi seperti ini lebih tepat dan lebih mudah ditangani melalui persalinan biasa.
4. Bukan kehamilan bayi kembar. Janin kembar merupakan faktor penyulit persalinan sehingga akan lebih tepat ditangani dengan persalinan biasa.
5. posisi janin di dalam kandungan normal, seperti tidak sungsang atau melintang. Posisi janin yang tidak normal juga merupakan faktor penyulit persalinan sehingga akan lebih tepat ditangani dengan persalinan biasa.
6. Ibu tidak memiliki masalah fisik tertentu, seperti pinggul sempit. Pinggul sempit juga merupakan faktor penyulit persalinan sehingga akan lebih tepat ditangani dengan persalinan biasa.
Selain harus memenuhi syarat-syarat tsb di atas, lingkungan pascanatal harus dipersiapkan sedemikian rupa supaya persalinan berjalan lancar dan menguntungkan bayi yang dilahirkan. Oleh karena itu suhu air harus berada di kisaran 36-37o C. Selain memberikan efek menenangkan bagi ibu, suhu 36-37o C merupakan suhu yang sama dengan suhu di dalam perut ibu sehingga ketika bayi keluar dari perut ibu, ia tidak merasa bahwa ia sudah keluar dari perut ibu, karena bayi tidak merasakan perbedaan suhu sehingga sesaat setelah dilahirkan bayi tidak akan menangis. Sehingga kemungkinan air tertelan maupun terhirup ke hidung pun sangat kecil. Hal lain yang harus diperhatikan adalah kolam dan air yang akan dipakai untuk bersalin harus steril supaya tidak menjadi media penularan penyakit kepada bayi.
Peralatan yang dibutuhkan
Untuk melakukan persalinan dengan metode ini diperlukan sebuah kolam dengan diameter berukuran kurang lebih 2 m. Biasanya kolam portabel yang bisa dipompa berbahan plastik, seperti kolam mainan anak-anak. Bagian dasar kolam tidak rata tapi dibuat benjolan-benjolan. Hal ini dimaksudkan agar ibu tidak mudah melorot ketika duduk dan mengedan. Ketinggian air harus beberapa senti di atas pusar ibu dalam posisi duduk supaya ibu bisa mengambang dan leluasa bergerak. Selain kolam, peralatan pendukung yang dibutuhkan adalah sirkulator air, water heater untuk mempertahankan suhu ideal dan termometer untuk mengecek suhu air setiap saat.
Rumah sakit yang menyediakan fasilitas water birth
Jika anda tertarik ingin melahirkn dengan metode water birth, sebaiknya konsultasikan dulu dengan anda, kalau memungkinkan dilakukan di rumah maka sediakan peralatan yang dibutuhkan. Tetapi jika tidak memungkinkan dilakukan di rumah, anda bisa melakukannya di rumah sakit yang menyediakan fasilitas water birth.
Berikut adalah beberapa rumah sakit dengan fasilitas water birth:
Sam Marie Hospital, Jl. Wijaya I No. 45, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12170.
Rumah Sakit Ibu dan Anak Budhi Jaya, Jl. Dr. Saharjo No. 120, Jakarta Selatan.
Rumah Sakit Ibu dan Anak Bunda Jakarta, Jl. Teuku Cik Ditiro No. 28, Menteng , Jakarta Pusat.
Harapan Bunda Maternity Hospital, Jl Tukad Unda , Renon, Denpasar.
Biaya melahirkan dengan metode water birth ini berkisar antara 5-11 juta tergantung kelas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s